iasttodungih.net. Selasa 07 Syawal 1440 H, mentari pagi mulai menampakkan senyum manisnya, seraya menyambuat iring-iringan para santri, alumni dan simpatisan Pondok Pesantren Todungih, untuk menghadiri acara Halal Bihalal Ke 10 & Reuni Alumni Ke 15 yang di selenggarakan oleh pengurus Ikatan Alumni Santri Todungih (IAST) di Dusun Kalampok Panaguan Proppo Pamekasan, dengan tema "PAGGHUN APANGGHI".
Kalimat ini bukan sekedar tema, tapi sebuah ungkapan yang penuh harap agar pertemuan ini menjadi wasilah bagi kita, agar selalu berkumpul sesama alumni dan para masyaikh, hususnya di akhirat nanti, sebagaimana disampaikan oleh Ust. Manshur Syah dalam sambutannya.
Tabarrukan lil-habib
Dalam acara ini Panitia HBH menghadirkan sorang muballigh kondang, Al-Habib Jakfar Bin Abu Bakar Al-Muhdlor, dari kota Probolinggo Jatim. Sengaja IAST menghadirkan beliau terinspirasi dari sebuah ungkapan dalam kitab salaf bahwa sebuah jamiyah (organisasi), kalau ingin langgeng dan berkesinambungan, maka haruslah mrnghadirkan dzurriyyah Rosulullah SAW, sebagaimana disampaikan oleh Ketua III, KHM. Abdullah Imam dalam sambutannya.
Kalimat ini bukan sekedar tema, tapi sebuah ungkapan yang penuh harap agar pertemuan ini menjadi wasilah bagi kita, agar selalu berkumpul sesama alumni dan para masyaikh, hususnya di akhirat nanti, sebagaimana disampaikan oleh Ust. Manshur Syah dalam sambutannya.
Tabarrukan lil-habib
Dalam acara ini Panitia HBH menghadirkan sorang muballigh kondang, Al-Habib Jakfar Bin Abu Bakar Al-Muhdlor, dari kota Probolinggo Jatim. Sengaja IAST menghadirkan beliau terinspirasi dari sebuah ungkapan dalam kitab salaf bahwa sebuah jamiyah (organisasi), kalau ingin langgeng dan berkesinambungan, maka haruslah mrnghadirkan dzurriyyah Rosulullah SAW, sebagaimana disampaikan oleh Ketua III, KHM. Abdullah Imam dalam sambutannya.
Berdasarkan buku daftar hadir, jumlah yang hadir dalam acara ini kurang lebih seribu enam ratus dari para santri, alumni dan simpatisan.
Sebagai acara pemungkas, maka panitia memanggil para anak yatim ke atas panggung untuk diberi santunan. Lalu ditutup dengan salam sungkem pada masyayikh.
Acara ini disiarkan live di fb akun Ikatan Alumni Santri Todungih (IAST) dan youtube "Wahana Channel".
Demikian, yang bisa kami beritakan semoga bermanfaat. Amin
Sebagai acara pemungkas, maka panitia memanggil para anak yatim ke atas panggung untuk diberi santunan. Lalu ditutup dengan salam sungkem pada masyayikh.
Acara ini disiarkan live di fb akun Ikatan Alumni Santri Todungih (IAST) dan youtube "Wahana Channel".
Demikian, yang bisa kami beritakan semoga bermanfaat. Amin


