Bahagia Dan Cinta Tidak Bisa Dipaksakan, Tapi Harus Diupayakan | Dzikro Maulid Nabi Bersama Ustad Syahuri Sampang

Jum'at, 04 Robiul Awal 1441 H, Pengurus IAST merayakan hari lahir Nabi Agung, Muhammad SAW, di kediaman Bpk. Abd Mudi, Kebunsaji Panaguan Proppo Pamekasan Jatim.

Kali ini, hadir seorang mubaligh kondang dari Jrangoan Sampang, untuk menyampaikan taushiyahnya.
Beliau memulai dengan mengingat krmbali terjadinya peristiwa terpenting dalan sejarah, yaitu lahirnya nabi Muhammad SAW. Dan perintah agar kita berbahagia atas lahirnya rahmatvpaling agung yaitu lahirnya nabi Muhammad SAW. 

Menurut ilmu psikologi ilmu jiwa, bahwa bahagia dan cinta itu seauatu yang tidak bisa diperintahkan dan tidak bisa dipaksakan.

Begitu juga bahagia dan cinta pada Rosulullah SAW, tidak bisa diperintah dan dipaksakan, namun hal ini harus diupayakan dengan cara-cara yang benar, seperti mengadakan maulid Nabi Muhammad SAW.

Oleh karena itu cinta dan bahagia atas lahirnya Rosulullah bisa dihasilkan dengan mengingat kelahiran dan jasa-jasa Rosulullah SAW dimasa lalu. 

Artinya, seandainya kelak tidak ada syafaat dari Rosulullah, kita tetap harus cinta dan bahagia atas lahirnya Rosulullah SAW, karena jasa-jasa beliau yang sangat besar.

Sesuai pengantar diatas, beliau lalu bercerita perihal lahirnya Nabi Muhammad SAW yang penuh dengan kenehan-keanehan yang sangat menakjubkan.
Dilanjutkan dengan situasi dan kondisi sehari-hari Rosulullah SAW yang sangat indah dan penuh Mukjizat termasuk Al-Quran.

Selanjutnya beliau menjelaskan tentang mukjizat Al-Quran dengan sangat indah, deselingi canda tawa ringan ciri khas ulama NU. 

Demikaian yang bisa kami tulis, kurang lebihnya mohon maaf. Semoga bermanfaat. Amin.